The Effect of Grafting Time and Plant Growth Regulator (PGR) Application on Graft Union Success Rate in Jackfruit (Artocarpus heterophyllus Lamk)
DOI:
https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i9.305Keywords:
Jackfruit, Shoot Grafting, Cytokinin, Connection Time, Link SuccessAbstract
Jackfruit (Artocarpus heterophyllus Lamk.) is a tropical fruit plant that has the potential to be developed through vegetative propagation. This study aims to determine the effect of splice time and cytokinin concentration on the success of jackfruit seed linking. The research was carried out at the Sidera Horticultural Food Crop Seedling Center, Sigi Biromaru District, January-March 2025, using a factorial Group Random Design (RAK) with two factors, namely splice time and cytokinin concentration. The results showed that there was no interaction between the two factors. Splicing at 15.00–16.00 gave the best results with a linking time of 3.62 days, a bud length of 7.50 cm, the number of leaves 11.47 leaves, the success of linking 73.33%, and a live connection of 89.33%. Cytokinin 250 ppm produces the fastest linking time of 3.79 days, the success of linking 73.33%, and the highest number of leaves of 47.50 leaves. Thus, the linking time of 15.00–16.00 and cytokinin 250 ppm are the best treatment for jackfruit seedlings.
References
Adelina. (2019). Karakteristik Benih dan Pertumbuhan Bibit Nangka Tulo 5 dan Nangka Beka. (Laporan Penelitian). Balai Perbenihan Tanaman Pangan Hortikultura, Sigi.
Anna, S., Rahmad, H., & Suryani, N. (2017). Potensi dan prospek pengembangan buah nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) sebagai komoditas unggulan tropis di Indonesia. Jurnal Agronomi Indonesia, 45(2), 142 150.
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Tanaman Buah-Buahan dan Sayuran Tahunan Indonesia 2023. Jakarta: BPS RI.
Fauzan, A., Rahmat, H., & Wijaya, K. (2023). Respons fisiologis entres tanaman buah berkayu terhadap pemberian konsentrasi sitokinin tinggi pada perbanyakan vegetatif. Jurnal Hortikultura Indonesia, 14(1), 45–53.
Hakim, L., & Nur Hayanti, E. (2021). Pengaruh Jurnal Agroteknologi Tropika, 9(3), 210–219.
Hartmann, H. T., Kester, D. E., Davies, F. T., & Geneve, R. L. (2018). Hartmann & Kester's Plant Propagation: Principles and Practices (9th ed.). Harlow: Pearson Education Limited.
Hendra, M., Saputra, A., & Kusuma, D. (2019). Evaluasi pertumbuhan dan masa berbuah tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) hasil perbanyakan teknik grafting. Jurnal Penyelidikan Pertanian, 8(2), 98–106.
Hidayat, R., Firmansyah, E., & Lestari, S. (2023). Evaluasi ambang batas pemberian fitohormon sitokinin eksogen terhadap regenerasi jaringan dan pertautan kambium. Jurnal Fitofarmaka dan Bioteknologi, 11(2), 112–120.
Kurniawan, A., & Nuraini, I. (2021). Peran kesesuaian batang bawah (rootstock) dalam meningkatkan daya adaptasi dan vitalitas bibit tanaman hortikultura. Jurnal Budidaya Pertanian, 17(1), 34–42.
Lestari, P., Handayani, S., & Utama, F. (2022). Pengaruh konsentrasi sitokinin dosis rendah terhadap pembentukan kalus awal pada entres tanaman berkayu. Jurnal Pemuliaan Tanaman, 10(4), 188–195.
Nababan, M. (2023). Vaskularisasi dan percepatan pertautan sambungan pucuk (grafting) pada tanaman buah tahunan melalui aplikasi ZPT. Jurnal Ilmu Pertanian Nusantara, 5(1), 77–85.
Nugroho, W., & Prasetya, B. (2022). Pembentukan jaringan vaskular dan keberhasilan pertautan grafting pada tanaman hortikultura berkayu dengan induksi zat pengatur tumbuh. Jurnal Agrobioteknologi, 13(2), 154–162.
Pina, A., & Errea, P. (2022). Cellular and physiological mechanisms underlying graft incompatibility in woody fruit species. Scientia Horticulturae, 295, 110820.
Pratama, R., & Kurniawan, H. (2023). Optimasi waktu pelaksanaan grafting dan dampaknya terhadap diferensiasi sel serta laju transpirasi entres. Jurnal Fisiologi Tumbuhan, 15(1), 22–31.
Putra, D., Supriyadi, & Wibowo, A. (2021). Induksi kalus dan pertautan batang atas-bawah tanaman berkayu menggunakan aplikasi konsentrasi sitokinin. Jurnal Riset Agroekoteknologi, 6(3), 130–138.
Rahmadani, N. (2021). Peran fitohormon sitokinin dalam merangsang pembelahan sel dan pembentukan kalus pada perbanyakan vegetatif. Jurnal Sains Hayati, 18(2), 89–97.
Rahmadhani, F., & Mulyanto, A. (2022). Pengaruh mikroklimat penyambungan terhadap keberhasilan hidup bibit perbanyakan vegetatif. Jurnal Meteorologi dan Pertanian, 7(1), 50–58.
Rahmawati, I., & Santoso, E. (2020). Respons diferensiasi sel dan pembentukan tunas tanaman buah tropis pada taraf konsentrasi sitokinin sedang. Jurnal Biosains Pengabdian, 12(3), 201–209.
ari, D., & Hutapea, R. (2021). Analisis laju transpirasi dan turgor sel entres pada variasi waktu penyambungan siang dan sore hari. Jurnal Agroekologi Tropis, 10(2), 115–123.
Sari, D., & Pratama, A. (2022). Efek kondisi lingkuan mikro terhadap aktivitas metabolisme dan regenerasi sel pada proses grafting. Jurnal Biologi Pertanian, 14(3), 175–183.
Sari, E., & Putri, A. (2022). Stimulasi pembentukan tunas dan daun baru bibit buah melalui penyemprotan fitohormon sitokinin. Jurnal Produksi Tanaman, 10(5), 340–348.
Sitorus, T. (2022). Kompatibilitas batang bawah dan batang atas pada keberhasilan sambung pucuk tanaman nangka. Jurnal Hortikultura Tropika, 7(2), 65–74.
Sudidjo. (2020). Teknik Perbanyakan Vegetatif Tanaman Buah Unggul. Jakarta: Penebar Swadaya.
Taiz, L., Zeiger, E., Møller, I. M., & Murphy, A. (2023). Plant Physiology and Development (7th ed.). Oxford: Sinauer Associates / Oxford University Press.
Trinurani, S., Rahayu, T., & Widiastuti, E. (2020). Akselerasi masa berbuah dan keseragaman sifat hasil grafting pada tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.). Jurnal Agronomi dan Hortikultura, 8(1), 12–19.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Adrian Roberto Tambunan, Enny Adelina, Adrianton Adrianton

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





























